I. Mohammad Ahsan
Judul: Sang Juaro
Siapapun yang sempat berkunjung ke kota Palembang, tentunya ingin mencoba bermacam-macam pempek lokal dengan bahan ikan yang juga berbeda-beda. Kotanya sendiri sangat bersih, padahal tidak banyak tempat sampah yang disediakan. Kota Palembang ini juga kota kelahiran Mohammad Ahsan, juara ganda putra bulutangkis milik Indonesia. Ahsan terkenal dengan smash-nya yang tidak bisa ditebak dan power-nya sangat kuat. 
Telah memulai karir di usia 7 tahun hingga berhasil menjadi juara seperti sekarang. Prestasi Ahsan termasuk keberhasilan meraih medali emas ganda putra di Sea Games 2011 dan Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Sebagai kebanggaan keluarga, dia dikenal berperilaku baik, dan tidak neko-neko di lingkungannya. Ahsan orang yang sangat suportif dan optimis. Di kalangan luarpun dikenal dengan gayanya yang low profile dan bijak.
Latar belakang keluarga Ahsan bukan dari lingkungan olah raga. Ayahnya yang gemar menulis, membuat sebuah buku biografi Ahsan, yang isinya menceritakan riwayat dan foto Ahsan dari kecil hingga saat ini. Buku itu tidak diperjualbelikan, hanya diedarkan pada kenalan dekat saja.
Salah satu kesan baik selama di PB Djarum adalah sewaktu ia sakit pernah ditawari untuk berobat ke Singapura. Ia merasa sangat diperhatikan selama masa pelatihannya.
II. Meiliana Jauhari
Judul: Bukan Atlet Biasa
Bayangkan sulitnya kalau ada atlet yang bisa menyelesaikan kuliah sambil menjalani kehidupan sebagai atlet. Atlet ganda putri binaan PB Djarum, Meiliana Jauhari akhirnya bisa menambahkan gelar baru di belakang namanya yakni Ahli Madya Perpajakan (A.Md.). Ditengah kesibukannya berlatih dan melakukan perjalanan untuk mengikuti berbagai turnamen, Meiliana masih sanggup untuk menyelesaikan studi yang dimulai pada tahun 2008 lalu. Ia ingin membuktikan bahwa atlet juga bisa sukses secara akademis, masih peduli pendidikan. Hal ini berhasil diwujudkan dengan menghadiri kuliah dan akhirnya lulus.
Meiliana terkenal dengan tenaganya yang besar dan smash kencangnya yang jarang dimiliki oleh kebanyakan atlet putri lainnya. Sebelumnya dia pernah keluar dari Pelatnas. Akan tetapi, dengan kegigihan dan semangatnya, dia berhasil masuk Pelatnas lagi. Saat ini dia berpasangan dengan Greysia Polii, menjadi ganda putri terbaik Indonesia.

Meliana yang terkesan pendiam ternyata enak sekali untuk diajak ngobrol. Dia sangat ramah dan mau bercerita apa adanya sehingga orang bisa langsung akrab.
Meliana: “Meskipun berhasil mengalahkan China, tapi kita gak cepet puas karena masih banyak musuh Lainnya”
Untuk jangka panjang Ia telah menyiapkan bisnis saat pensiun nanti, antara lain merintis sebuah toko.
III. Tontowi Ahmad
Judul: 33 Tahun Kita Terbayar!
33 tahun lamanya Indonesia menanti gelar juara ganda campuran All England. Baru pada tahun 2012 ini terwujud melalui perjuangan Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir. Owi,nama panggilan Tontowi Ahmad adalah pemain bulutangkis ganda campuran andalan Indonesia.
Tontowi berasal dari Banyumas, di masa kecilnya Ia sempat dimasukkan ke dalam pesantren oleh orangtuanya. Saat di pesantren, Owi sering bermain bulutangkis dan perlahan-lahan timbul keinginan serius di olahraga ini. Awalnya dia sempat ditentang oleh orangtua saat menyatakan ingin serius di bulutangkis. Namun akhirnya mereka mendukung karena kemauannya yang keras dan juga setelah mereka melihat bakatnya yang bagus di bulutangkis.
Prestasinya lumayan banyak, yaitu Juara India Open Super Series 2011 dan 2012, Juara Swiss Open Grand Prix Gold 2012, Juara All England Super Series Premier 2012, Juara Macau Open Grand Prix Gold 2011, Juara Singapore Open Super Series 2011 serta merebut medali Emas Sea Games 2011.
Owi sendiri merasa hidupnya dikelilingi oleh keberuntungan. Saat dirinya ingin keluar dari klub lamanya di Jawa Timur karena sudah tidak ada partner, bakatnya ternyata membuat pelatih PB Djarum tertarik. Kemudian Owi pun mengikuti audisi khusus dan akhirnya diterima di PB Djarum.
IV. Maria Kristin
Judul: Si “Kuda Hitam” yang Tenang
Gemar wisata kuliner untuk sea food? Khususnya udang dan kepiting? Jangan lupa mengajak Maria Kristin, pemain bulutangkis kita. Sosok yang lumayan tinggi untuk ukuran cewek ini sudah cukup dikenal terutama di kalangan penggemar bulutangkis. Maria adalah pemain tunggal putri yang sudah mulai berprestasi sejak tahun 2003.
Prestasinya yang paling membanggakan antara lain merebut medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan medali emas Sea Games 2007.
Maria sempat dianggap under-dog, saat kejuaraan Olimpiade tidak ada yang menjagokan dia. Namun karena orangnya yang tenang dan santai maka Ia bisa bermain tanpa beban (saat di Beijing malah lebih banyak tidur terus). Karena pembawaannya yang tenang ini jugalah yang akhirnya memberikan predikat juara kategori perunggu Olimpiade Tunggal Putri di Beijing pada tahun 2008 lalu.
Awalnya Maria di audisi umum tidak diterima, namun tim pencari bakat terpikat melihat permainannya di suatu turnamen yang bagus sekali. Kemudian Maria yang berasal dari Tuban ditarik ke PB Djarum. Sempat mau didegradasi dari PB Djarum karena dianggap kurang berprestasi. Namun pelatihnya minta diberikan kesempatan sekali lagi untuk Maria agar berusaha lebih mengembangkan kemampuan dan keahliannya dalam bermain bulutangkis. Akhirnya prestasinya melonjak dengan sangat baik, bahkan Maria bisa masuk Pelatnas.
Saat ini Maria tengah menjalani terapi karena mengalami cedera. Saat pensiun dari bulutangkis kelak, Ia telah menyiapkan masa depannya dengan cukup matang. Saat ini Maria telah memiliki 2 toko olahraga di Tuban, yang merupakan kota kelahirannya. Toko tersebut diberi nama Maria Sport.
V. Dionysius Hayom Rumbaka
Judul: Hayom “The Bad Boy”
Adakah pemain bulutangkis Indonesia yang hobinya berantem? Ada, yaitu Hayom. Dionysius Hayom Rumbaka adalah pemain bulutangkis tunggal putra. Tapi itu kebiasaan dulu, waktu kecil. Saat kecil Hayom nakal sekali, sering memukul orang yang menurutnya menyebalkan. Orang tuanya sempat kewalahan, akhirnya ia dipindahkan dari satu kota ke kota yang lain.
Sejak kelas 3 SD, Hayom kecil kelahiran Kulon Progo Sering bermain bulutangkis bersama teman-temannya. Pamannya yang melihat minat sang keponakan memasukkannya ke klub bulutangkis Pancing Sembada di Sleman. Sejak kelas 5 SD pindah ke klub di Tasikmalaya, kemudian sewaktu kelas 2 SMP, diminta orang tuanya dari klub tersebut dan dimasukkan kembali ke Pancing Sembada hingga tahun 2005. Bakat Hayom yang sering ikut turnamen bulutangkis lokal ternyata terlihat oleh pelatih dari PB Djarum dan merekrutnya.
Temperamennya ini pula yang memberi pengaruh pada gaya permainannya. Permainannya sangar dan agresif. Setiap pukulan penuh dengan tenaga. Hal ini sempat terlihat oleh pelatihnya dan mereka lalu memberikan pengarahan bahwa sayang bila tenaganya dibuang percuma untuk setiap pukulan. Berangsur-angsur akhirnya Hayom lebih mampu menguasai emosinya dan kemudian lebih mengutamakan strategi.
Video : Kebolehan Dionysius Hayom Rumbaka (Indonesia) mengalahkan Pakkawat Vilailak dalam Sea Games 2011
Prestasi Hayom antara lain meraih Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2011 dan Juara I India Open Grand Prix 2010. Di lingkungan PB Djarum sendiri, Hayom juga lebih kritis dan suka memberikan masukan terhadap manajemen.
VI. Gloria Emmanuelle Widjaja
Judul: Atlet atau Model?
Siapa pemain bulutangkis putri kita yang paling gampang terlihat? Gloria Emanuelle Widjaya pastinya. Dengan tinggi badan 182 cm, tentu saja Gloria mudah terlihat di antara kerumunan orang banyak. Pemain ganda putri dan ganda campuran ini pernah tidak pede dengan tinggi badannya. Ia pernah mogok main saat masih kecil karena diprediksi kurang bagus untuk bermain bulutangkis dengan postur tubuh yang sangat tinggi seperti itu. Namun pada akhirnya ia berusaha membuktikan melalui prestasi-prestasi yang diraihnya. Dan berhasil.
Prestasi Gloria antara lain Juara Kejuaraan Dunia Junior 2011 (Ganda Campuran) dan Juara Pertamina Open V 2011 (Ganda Putri).
Sempat ditawari untuk menjadi model, awalnya Gloria selalu menjawab ‘Tidak Mau’ dengan ketus. Namun manajemen PB Djarum mengajarkan bahwa ia tidak boleh menolak/menutup pintu rezeki. Ia bisa menjalani keduanya menjadi atlet bulutangkis dan model, selama menjadi model tidak mengganggu karirnya. Ia pun akhirnya mau, bila suatu saat ada yang menawari lagi.
Gloria kelahiran Bekasi ini terkenal disiplin. Baik dalam aktifitas latihan maupun menyangkut peraturan yang diberikan oleh manajemennya.
VII. Shesar Hiren Rhustavito
Judul: Vito – Pantang Menyerah!
Pernah ditolak pacar? Tidak lulus ujian? Tidak diterima di tempat kerja favorit? Kalau pernah gagal, berani coba lagi? Mayoritas dari kita biasanya kesulitan jika harus mengulangi hal yang sama, apalagi sampai 3x. Adalah Shesar Hiren Rhustavito, yang sudah berhasil mengatasi 2 Kali kegagalan. Vito telah 3 kali ikut audisi umum namun baru yang ke-3 bisa lolos. Kegagalannya karena di kedua audisi umum sebelumnya, badan Vito masih terlalu kecil dan skill-nya masih kurang bagus. Bisa dibayangkan betapa kecewanya setiap kali gagal. Selain habis energy, tentunya juga habis waktu dan semangatnya-pun merosot. Saat ini, Vito adalah pemain junior bulutangkis tunggal putra PB Djarum. Karena prestasinya, Vito bisa masuk Pelatnas bersama pemain nasional senior lainnya.
Prestasi Vito antara lain runner-up Axiata Cup 2012, Juara Kejurnas 2012, dan menang di Djarum Sirnas. Awalnya Vito sempat ragu-ragu menjadi pemain bulutangkis, tapi sekarang ia sangat menikmati aktifitasnya. Permainannya dikenal dengan pertahanannya yang rapat, bagus, dan susah untuk dipatahkan.
Pada Axiata Cup lalu, Vito berhadapan dengan Taufik. Saat itu penampilan Vito sangat bagus. Pada awal game pertama, Vito cukup bisa mengimbangi permainan seniornya itu dengan gayanya yang tenang dan tidak mudah terbawa emosi. Meskipun pada akhirnya, dalam permainan tersebut Vito dikalahkan oleh Taufik. Permainan Vito yang tenang tersebut sempat dijuluki “The Ice Man”.







